Sinergi Perikanan dan Pertanian Perkuat Ketahanan Ekonomi Warga Ekas Buana

0
Screenshot_2026-06-30-16-49-13-148_com.openai.chatgpt-edit

Nadi Lombok : Kehidupan masyarakat pesisir di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, kini tidak lagi semata-mata bergantung pada hasil tangkapan laut. Penguatan sektor perikanan dan pertanian menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di tengah perubahan musim dan dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Masyarakat setempat menerapkan strategi mata pencaharian ganda (multiple livelihood strategy) dengan memanfaatkan sektor perikanan dan pertanian secara bersamaan. Ketika hasil tangkapan ikan menurun akibat cuaca buruk maupun musim paceklik, aktivitas pertanian menjadi sumber pendapatan alternatif yang mampu menopang kebutuhan keluarga.

Sebaliknya, saat musim perikanan sedang produktif, pendapatan dari sektor kelautan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pola tersebut dinilai mampu menciptakan keseimbangan ekonomi yang lebih kuat bagi rumah tangga pesisir.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sinergi antara sektor perikanan dan pertanian tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial ekonomi keluarga. Diversifikasi sumber penghasilan dinilai menjadi langkah efektif dalam mengurangi risiko ekonomi yang selama ini dihadapi masyarakat pesisir.

Akademisi Perikanan Universitas Gunung Rinjani, Ria Ashari, M.Si, menilai kedua sektor tersebut memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan masyarakat Ekas Buana.

“Perikanan dan pertanian merupakan dua sektor yang saling melengkapi dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga masyarakat pesisir. Ketika salah satu sektor mengalami tekanan akibat faktor alam maupun pasar, sektor lainnya mampu menjadi penyangga ekonomi keluarga. Pola ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kapasitas adaptasi yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan,” ujar Ria Ashari. Selasa, 30 Juni 2026.

Hal senada disampaikan Muhammad Joni Iskandar, M.Sc. Menurutnya, masyarakat pesisir saat ini tengah mengalami transformasi ekonomi yang semakin adaptif dan berkelanjutan melalui diversifikasi mata pencaharian.

“Dual sektor perikanan dan pertanian telah menjadi bentuk transformasi ekonomi masyarakat pesisir. Ketergantungan pada satu sumber penghasilan mulai bergeser menuju sistem ekonomi yang lebih tangguh melalui diversifikasi mata pencaharian. Kondisi ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi wilayah pesisir,” jelasnya.

Saat ini, rasio sosial ekonomi masyarakat pesisir Ekas Buana dinilai cukup seimbang karena mampu memanfaatkan dua sektor sekaligus. Kekurangan pendapatan dari hasil melaut dapat ditutupi melalui aktivitas budidaya pertanian sehingga ketahanan pangan masyarakat menjadi lebih aman dan stabil.

Dengan potensi sumber daya pesisir dan lahan pertanian yang dimiliki, Desa Ekas Buana dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan model pembangunan ekonomi berbasis integrasi sektor kelautan dan pertanian. Model tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dalam menghadapi perubahan iklim, ketidakpastian pasar, dan berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.

Tim peneliti juga menyampaikan apresiasi dan terimakasi semua pihak atas terlaksananya penelitian mengenai dinamika ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir di Desa Ekas Buana, Kabupaten Lombokberkemban.

“Terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas dukungan pendanaan penelitian Tahun Anggaran 2026 yang telah memungkinkan terlaksananya penelitian mengenai dinamika ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir di Desa Ekas Buana, Kabupaten Lombok Timur,” tandasnya.