Nadi Lombok: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Lombok Timur. Alisya Humaira Syamsul (9), siswi kelas IV sekolah dasar asal Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, berhasil meraih Runner Up (Juara II) sekaligus Miss Favourite pada ajang Bintang Anak Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh AMI Entertainment.
Alisya, putri dari pasangan Syamsul Huda, S.S. dan Husnul Khotimah, S.AP., sukses menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri dan peserta lainnya dalam kompetisi bakat anak yang diikuti oleh 59 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat. Ajang tersebut berlangsung pada Minggu (25/1/2026).
Ibunda Alisya, Husnul Khotimah, mengungkapkan bahwa keikutsertaan sang anak pada ajang tersebut awalnya hanya bertujuan untuk menambah pengalaman dan melatih rasa percaya diri. Namun, bakat Alisya di bidang fashion memang sudah terlihat sejak usia dini.
“Sejak TK, Alisya sudah punya ketertarikan dengan pakaian. Dia sering memilih sendiri baju yang ingin dipakai. Dari situ kami melihat ini sebagai potensi yang perlu diarahkan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan, orang tua Alisya kemudian memasukkannya ke kelas fashion sejak awal tahun 2025. Sepanjang tahun tersebut, Alisya aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti fashion show, pelatihan catwalk, hingga kompetisi serupa, dan berhasil mengantongi sejumlah prestasi.
Berbekal pengalaman tersebut, Alisya memberanikan diri mengikuti ajang Bintang Anak Indonesia 2026. Dalam kompetisi itu, ia berhasil masuk kategori Best Catwalk dan melaju hingga enam besar, sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Runner Up dan Miss Favourite berkat dukungan dan voting dari para pendukung.
Sementara itu, ayah Alisya, Syamsul Huda, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki dampak positif bagi perkembangan anak usia dini. Menurutnya, ajang fashion anak tidak hanya menilai penampilan semata.
“Fashion show bukan hanya soal kecantikan dan cara berjalan di catwalk, tetapi juga menuntut wawasan dan pengetahuan tentang lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penilaian peserta meliputi berbagai aspek, seperti public speaking, wawasan umum, serta pemahaman terhadap budaya, adat istiadat, dan pariwisata daerah. Dukungan dan peran aktif orang tua juga menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian.
“Peran orang tua sangat penting, bukan sekadar memberi semangat, tetapi juga membangun komunikasi. Dari situ kami bisa menyampaikan nilai-nilai budaya dan memperkenalkan wisata daerah, baik lewat cerita maupun cara lainnya,” pungkasnya.
Prestasi Alisya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Lombok Timur untuk terus mengembangkan bakat dan potensi sejak usia dini dengan dukungan penuh dari keluarga.
